NUNgaliyan.Com- Semarang, 15 Oktober 2025 - Sampai saat ini pemberitaan pesantren di Trans 7 terus menuai kritik, meskipun telah meminta maaf secara terbuka di channel Youtube Trans 7 Official oleh Andi Chairil selaku production director 14 Oktober 2025.
Pemberitaan
salah satu lembaga pendidikan pesantren di stasiun televisi Trans7 mendapat
sorotan dan kekecewaan dari berbagai kalangan. Tayangan tersebut dinilai tidak
proporsional dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap dunia
pesantren yang selama ini berperan besar dalam pendidikan dan perjuangan
bangsa.
Salah satu pesantren yang turut
disorot dalam pemberitaan itu adalah Pondok Pesantren Lirboyo, sebuah
lembaga pendidikan Islam bersejarah yang telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah
di tingkat nasional. Pesantren yang didirikan ulama karismatik K.H. Abdul Karim
tahun 1910 dan juga tercatat berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan,
khususnya dalam peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang menjadi
tonggak lahirnya Hari Santri Nasional.
Menanggapi hal tersebut, H.
Ma’ruf, S.PdI., Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) dan anggota komisi C Kota
Semarang, menyayangkan pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang.
“Pemberitaan itu sepihak dan
menggunakan narasi yang berlebihan. Pesantren seharusnya diposisikan sebagai
mitra strategis bangsa dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, bukan justru
disudutkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, media seharusnya
menjunjung tinggi prinsip objektivitas dan verifikasi dalam setiap pemberitaan,
terutama yang menyangkut lembaga pendidikan dan keagamaan.
“Semestinya pihak Trans7 dapat memilih
berita dengan baik, berita yang berpotensi menimbulkan kontroversi dan
menimbulkan kebencian dan menyudutkan pihak lain semestinya dihindari,”
imbuhnya.
Kalangan akademisi dan tokoh
masyarakat juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah pesantren sebagai pusat
pendidikan moral dan spiritual bangsa. Pemberitaan yang tidak proporsional,
menurut mereka, berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang
selama ini menjadi benteng nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.


.png)
