Peringatan 1 Abad NU Dempet, Teguhkan Sejarah Bintoro

0

Demak. NUngaliyan.com – Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Ahad (1/2/2026), menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus penguatan nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Kantor MWCNU Dempet, Dukuh Tempel, Desa Balerejo, itu diikuti ratusan jamaah dari berbagai elemen NU dan masyarakat sekitar. Acara digelar di tengah proses pembangunan gedung MWCNU yang masih berjalan, mencerminkan semangat kebersamaan warga NU dalam membangun organisasi dan pelayanan umat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh, jajaran Forkopimcam Dempet, para kepala desa se-Kecamatan Dempet, serta pengurus MWCNU Dempet dan badan otonom NU.

Dalam Mauidhoh Hasanah, KH. Ubaidillah Shodaqoh mengajak jamaah menengok kembali posisi Demak sebagai pusat Kerajaan Islam Bintoro dan awal berkembangnya peradaban Islam di Pulau Jawa. Pesan tersebut menegaskan pentingnya merawat amaliyah Wali Songo sekaligus mengembangkan cara berpikir ke-NU-an yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Peringatan ini juga menjadi penguatan nilai sosial dalam kehidupan berorganisasi. Jamaah diajak membangun solidaritas, saling melengkapi dalam struktur NU, serta menempatkan pelayanan kemanusiaan sebagai orientasi utama gerakan organisasi di tingkat lokal.

Dari sisi pembangunan organisasi, agenda tersebut turut diisi dengan laporan perkembangan pembangunan Gedung Kantor MWCNU Dempet yang disampaikan Ketua Panitia Pembangunan, KH. Muhammad Roghib, ST. Dalam laporannya, ia memaparkan skema penghimpunan dana melalui wakaf tanah, infaq warga, serta lelang simbolik elemen bangunan yang dijalankan secara terbuka dan partisipatif.

Laporan tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan organisasi, khususnya dalam hal transparansi pengelolaan dana umat dan pelibatan warga dalam pembangunan sarana kelembagaan NU.

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan bersama para kepala desa se-Kecamatan Dempet turut memperlihatkan sinergi antara NU dan pemerintah. Kolaborasi tersebut dipandang sebagai modal sosial untuk mempercepat pembangunan fisik sekaligus memperkuat peran NU dalam pelayanan keagamaan dan kemasyarakatan.

Rangkaian peringatan satu abad NU MWCNU Dempet ditutup dengan doa bersama. Lebih dari sekadar penanda usia organisasi, kegiatan ini menjadi momentum kolektif untuk merawat sejarah, meneguhkan solidaritas, dan menguatkan gotong royong sebagai fondasi pembangunan umat di tingkat lokal.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top