MWCNU Ngaliyan Tegaskan Peran NU sebagai Penjaga Islam Moderat dan Kebangsaan di Harlah ke-100 M/103H

0





NUNgaliyan.com. Semarang – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ngaliyan memperingati Harlah Nahdlatul Ulama ke-100 M dan 103 H sebagai momentum konsolidasi kader serta penegasan komitmen NU dalam menjaga Islam moderat dan keutuhan bangsa. Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (1/2/2026).


Peringatan harlah ini menjadi refleksi perjalanan satu abad NU dalam mengawal kehidupan keagamaan yang inklusif, toleran, dan berakar pada nilai kebangsaan. NU dinilai konsisten mengambil peran strategis dalam menjaga harmoni sosial serta menjadi benteng moderasi Islam di Indonesia.


Dalam tausiahnya, K.H. Joko Parwoto Al Hafidz menegaskan bahwa NU memiliki posisi strategis dalam sejarah dan masa depan bangsa. Ia menyampaikan bahwa NU kerap menjadi sasaran berbagai kepentingan karena besarnya pengaruh organisasi tersebut di tengah masyarakat.


“Untuk merebut Indonesia, jalurnya adalah NU. Karena itu, ada kekuatan besar yang mencoba masuk dan melemahkan NU secara halus. Kondisi ini harus disadari oleh seluruh kader,” tegasnya.


Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan soliditas internal agar NU tetap menjadi jangkar bangsa di tengah tantangan ideologis dan sosial yang semakin kompleks.



                                                       Foto kegiatan Jamaah

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Ngaliyan, Agus Khunaifi, menyampaikan bahwa peringatan Harlah NU ke-100 menjadi momentum menyatukan seluruh elemen NU di tingkat kecamatan, mulai dari pengurus ranting dan anak ranting hingga badan otonom.


“Seluruh Banom hadir dan bersatu, mulai dari Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, hingga IPPNU. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa NU adalah organisasi besar yang akan menjadi kekuatan unggul apabila solid dan bersatu,” ujarnya.


Dukungan juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Ir. H. Izwar Aminuddin, M.T. Dalam sambutannya, ia berharap peringatan Harlah NU dapat memperkuat kembali peran NU sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang konsisten menjaga keharmonisan dan perdamaian di Kota Semarang.


“NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat. Pemerintah Kota Semarang berharap NU terus menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban,” katanya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang K.H. Imam Mursid, M.Pd., Ketua PC Muhamadiyah Dr.Karnadi, M.Pd., PC Aisyiyah Ibu Wiwik Ruswanti S.Pd., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngaliyan, serta Rais Syuriyah MWCNU Ngaliyan K.H. Moh. Sapari, M.Pd. Peringatan Harlah NU ke-100 ini berlangsung khidmat dan menjadi simbol penguatan komitmen Nahdlatul Ulama dalam mengabdi kepada umat, agama, dan bangsa.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top