Wakil Wali Kota Dorong Penguatan Peran IKAPETE dalam Pembangunan Kota Semarang

0

 


 


NUNgaliyan.com. Semarang- Wakil Wali Kota Semarang, Ir. H. Izwar Aminuddin, S.T. M.T., menghadiri acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) yang digelar di kediaman dr. Hansen, kawasan Tugurejo, Tugu, Kota Semarang, Jumat (3/4/2026).


Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan peran IKAPETE sebagai salah satu elemen strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

 

Izwar menyampaikan bahwa IKAPETE memiliki potensi besar karena dihuni oleh para alumni pesantren dengan latar belakang profesi yang beragam. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi modal sosial yang kuat untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan di Kota Semarang.

 

“IKAPETE memiliki kekuatan kolektif yang luar biasa. Jika dikelola secara optimal, organisasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan kota,” ujarnya.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua PC IKAPETE Kota Semarang, K. Nur Aziz, bersama ketua PW IKAPETE Jawa Tengah, K.H. Hasymi Hashona, menyatakan bahwa organisasi IKAPETE di tingkat kota maupun provinsi mulai menunjukkan geliat positif melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

 

Mereka berharap, ke depan IKAPETE dapat semakin aktif menyelenggarakan program-program yang berdampak luas bagi masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan ekonomi umat.

 

                                                      Dokumentasi Halal Bihalal

Sementara itu, penceramah dalam acara tersebut, K.H. Fahmi Amrullah Hadziq, mengulas makna dan sejarah tradisi halal bihalal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut pertama kali dipopulerkan oleh K.H. Wahab Hasbullah pada masa awal kemerdekaan sebagai sarana rekonsiliasi antara tokoh politik dan agama.

 

Menurutnya, secara substansial halal bihalal merupakan bentuk implementasi dari ajaran silaturahmi yang dianjurkan dalam Islam. “Esensi halal bihalal adalah saling memaafkan dan mempererat hubungan persaudaraan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, cucu Hadrotus Syeikh Hasyim Asyari ini menambahkan bahwa silaturahmi memiliki banyak manfaat, di antaranya memperpanjang umur, melapangkan rezeki, serta menjaga kesehatan mental melalui interaksi sosial yang hangat, termasuk mengenang kebersamaan di lingkungan pesantren.

 

Kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antara alumni pesantren dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top