NUNgaliyan.com. Semarang- UIN
Walisongo menggelar acara halal bihalal yang dirangkai dengan pisah sambut
rektor sebagai momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menandai kepemimpinan
baru di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh civitas
akademika dengan suasana hangat dan penuh keakraban.
Secara historis, tradisi halal
bihalal merupakan budaya khas Indonesia yang bertujuan untuk saling memaafkan
dan mempererat silaturahmi. Tradisi ini dipopulerkan oleh K.H. Wahab Hasbullah
sebagai upaya menyatukan elite politik yang tengah berkonflik pada masa awal
kemerdekaan.
Ketua Senat, Prof. Abdul Jamil,
M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum pergantian kepemimpinan
menjadi harapan baru bagi kemajuan kampus. Ia optimistis rektor baru mampu
membawa UIN Walisongo menjadi institusi yang semakin harmonis dan progresif.
“Dengan hadirnya kepemimpinan
baru, kita berharap kampus ini dapat terus berkembang, semakin harmonis, dan
mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga
memberikan apresiasi kepada Prof. Nizar Ali, M.A., atas kontribusi yang telah
diberikan selama masa jabatannya. Menurutnya, meskipun memimpin dalam waktu
relatif singkat, berbagai capaian penting berhasil ditorehkan untuk kemajuan
institusi.
Sementara itu, rektor baru, Prof.
Dr. Musahadi, M.Ag. menegaskan komitmennya untuk mengusung tiga program
prioritas dalam masa kepemimpinannya, yakni harmonisasi, inovasi, dan
akselerasi. Ia menekankan bahwa harmonisasi menjadi fondasi strategis dalam
membangun kekuatan kolektif civitas akademika sebagai prasyarat utama bagi
kemajuan institusi.
Selain itu, ia juga menyampaikan
apresiasi atas kinerja para pemimpin sebelumnya, secara khusus kepada Prof. Dr.
Imam Taufik, M.Ag. yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan dalam
mendorong perkembangan dan capaian kampus hingga saat ini.
“Harmonisasi adalah kunci utama.
Seluruh elemen kampus harus bersatu untuk mendorong kemajuan bersama,”
tegasnya.
Adapun inovasi dan akselerasi,
lanjutnya, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kampus di
tingkat nasional maupun global.
Dalam kesempatan yang sama, Prof.
Nizar Ali, M.A., menyampaikan bahwa jabatan rektor bukanlah tugas yang ringan
dan penuh dengan tantangan. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan
kepemimpinan tidak ditentukan oleh individu semata, melainkan oleh dukungan
seluruh elemen kampus.
“Rektor tidak bekerja sendiri.
Dengan dukungan seluruh civitas akademika, berbagai tantangan dapat dihadapi
demi kemajuan kampus,” ujarnya.
Melalui momentum halal bihalal
ini, UIN Walisongo tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga
meneguhkan komitmen bersama untuk melangkah ke depan dengan semangat baru di
bawah kepemimpinan yang baru.



