Ranting NU Purwoyoso Sukses Gelar Peringatan Isra Mi’raj dan Harlah NU

0

 





NUNgaliyan.com. Semarang - Ranting NU Purwoyoso sukses menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Lahir (Harlah) NU pada Minggu 18/01/2026 di Masjid Al-Amin, Purwoyoso. Kegiatan ini dihadiri tokoh agama, pengurus NU, serta masyarakat setempat.


Rangkaian acara diawali dengan khatmil Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan pembacaan arwah jamak sebagai bentuk doa bersama untuk para leluhur menjelang bulan suci Ramadhan.


Ketua Ranting NU Purwoyoso, K.H. Zaenal Arifin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan Harlah NU merupakan momentum reflektif yang sarat makna. Menurutnya, Isra Mi’raj adalah peristiwa monumental yang meneguhkan keimanan dan ketaatan umat Islam, khususnya dalam menjalankan ibadah salat sebagai tiang agama.


“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat pentingnya meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, sekaligus meneguhkan komitmen kita dalam beragama,” ujarnya.


Ia juga menekankan bahwa peringatan Harlah NU menjadi momentum untuk menguatkan kembali tujuan berdirinya NU oleh para muassis, yakni menjaga dan merawat ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah dinamika zaman.



Sementara itu, Ketua MWCNU Ngaliyan, Agus Khunaifi, menegaskan pentingnya berkhidmah di NU dengan penuh keikhlasan dan tanpa kepentingan pribadi. Ia juga menyoroti tantangan kaderisasi NU, terutama menurunnya partisipasi generasi muda dalam organisasi.


“Kaderisasi harus menjadi perhatian bersama agar estafet perjuangan NU tetap berlanjut dan mampu menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.


Pada acara inti, tausiyah disampaikan oleh K.H. Hadlor Ihsan. Ia menekankan pentingnya beragama melalui bimbingan para ulama sebagai pewaris Nabi. Menurutnya, belajar agama secara mandiri tanpa rujukan keilmuan yang jelas berpotensi menimbulkan kesalahan pemahaman, terutama bagi masyarakat awam.


“NU adalah rumah besar umat Islam yang harus terus dijaga dan dirawat agar tetap menjadi tempat bernaung yang aman, nyaman, dan menenteramkan,” ungkapnya.


Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya K.H. Maturi Azis, M.A., serta Lurah Purwoyoso, Bagus Sujarnoko, S.H. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan dan kebangsaan.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top